Hidup adalah sebuah proses belajar terus menerus tanpa henti, dari semenjak kita dilahirkan ke dunia ini kemudian menjalani fase remaja, dewasa dan sampai akhir dari hayat kita. Apakah saat dilahirkan otak kita sudah “berisi” ? Manusia dilahirkan ke dunia ini dalam keadaan suci dan kosong, yang maksudnya adalah suci dari dosa dan kosong akan ilmu.

 

Saat kita lahir orang tua kita mulai mengajari kita tentang hal-hal baru dalam kehidupan, disitulah tahap perkembangan belajar seorang manusia di mulai. Mereka mengajari kita bagaimana mengucapkan beberapa kata, berdiri minum dan makan dan hal lain yang amat sangat mendasar sebagai seseorang yang “baru” di dunia ini. Beranjak pada masa anak-anak kita tidak lagi hanya diajari orang tua, kita mulai disekolahkan, sehingga kita belajar di sekolah dan juga belajar dari lingkungan.

 

Apakah manusia hanya mendapatkan ilmu dari pendidikan formal saja seperti disekolah contohnya? Tentu tidak. Lingkungan dan pengalaman adalah sebuah proses pembelajaran yang sesungguhnya. Di lingkungan kita belajar bagaimana menjalani proses kehidupan ini, belajar berinteraksi dengan yang lainnya, belajar bagaimana menjalani hidup ini dengan lancar dan pengalaman merupakan hal terbaik untuk kita terus memperbaiki kesalahan yang kita lakukan di masa lalu.

 

Pengalaman adalah guru yang paling baik, ya selain belajar untuk kedepan kita juga perlu belajar dari masa lalu. Semakin dewasa seseorang semakin banyak pengalaman yang telah didapatkan sehingga dengan mempelajari pengalamannya itulah ia tahu mana yang betul, mana yang salah dan cara menghadapi atau menyikapi suatu hal. Hidup adalah proses belajar secara terus menerus agar menjadi lebih baik dari sebelumnya, dari tidak tahu menjadi tahu, dari tidak bisa menjadi bisa dari awam menjadi ahli, begitulah proses belajar dalam kehidupan yang akan berhenti ketika ajal menjemput nantinya.

 

Belajar untuk hidup dan hidup untuk belajar adalah kata yang mempunyai makna sama yang intinya kita sebagai manusia yang mempunyai akal pikiran akan terus belajar karena ilmu itu tidak ada habisnya.

Seperti pepatah kuno, sepintar-pintarnya ilmu manusia bagaikan setitik air dilautan yang luas. Begitu luasnya ilmu yang ada sehingga otak kita yang kecil ini tidaklah mungkin untuk menampungnya semua..

 

Tanpa belajar orang tidak akan mungkin bisa hidup, orang yang tanpa ilmu tentu saja tidak akan ada gunanya, tidak ada pula harganya karena dari seberapa ilmu yang kita punya disitulah kita akan dihargai. Kita ambil contoh seorang Dokter dengan seorang Pengamen, lebih dihargai yang mana? Tentu saja sang Dokter bukan? Karena ilmunya yang banyak sehingga ia menjadi seorang dokter. Nilai jual kita juga akan ditentukan dari ilmu/kemampuan yang kita punya, nilai jual yang dimaksud disini adalah “harga” kita atau berapa kita akan dibayar oleh perusahaan tempat kita bekerja, semakin tinggi ilmu kita akan semakin dibutuhkan dan semakin mahal/tinggi pula gaji yang kita dapatkan.

 

Belajar adalah melihat, mendengar, memperhatikan, mempelajari, dan kegiatan lain yang menunjang dengan tujuan orang yang belajar bisa memahami apa yang sedang dipelajarinya.

 

 

Belajar merupakan hal yang wajib dilakukan oleh para pelajar dan mahasiswa. Belajar pada umumnya dilakukan di sekolah maupun di kampus ketika jam pelajaran berlangsung yang dibimbing oleh Bapak guru atau Ibu dosen. Belajar yang baik juga dilakukan di rumah, baik dengan PR (pekerjaan rumah) maupun tidak. Belajar yang dilakukan secara terburu-buru dan waktu yang sedikit mengakibatkan dampak yang tidak baik.

 

Orang yang banyak bicara biasanya tidak berilmu. Bagaimana orang yang berpakaian rapi atau yang bergaya imam? Apakah mereka memiliki pengetahuan yang patut dibanggakan atau benar imam? Karena selama ini orang yang berpenampilan sederhanalah yang sering dapat acungan jempol dari saya.

Setelah olahraga jalan pagi, saya mampir ke sebuah warung kopi. Disana saya bertemu dengan Kongbaba dan bertanya “sedang baca koran apa?” Kongbaba menjawab: saya lagi baca koran Republika dan koran Guo Ji Ri Bao.

Penasaran mengapa kedua koran tersebut yang dipilih? Saya menulis ini bukan ingin mempromosikan koran tersebut yah.

Koran republika yang umumnya dibaca oleh kaum muslim yang mana pemberitaannya luas, obyektif dan sejuk. Serta memiliki halaman “Khazanah” yang merupakan cerita tentang dunia ilmu pengetahuan, para cendikiawan muslim dan sejarah perkembangannya. Selain itu di hari Minggu memiliki halaman khusus mingguan “Islam Digest”. Sehingga media ini menunjukan bahwa muslim adalah kaum cendikiawan yang beriman.

Harian Guo Ji Ri Bao adalah koran Indonesia yang berbahasa Tionghoa yang mana peminatnya adalah kaum minoritas Tionghoa perantauan dan totok Xing Ke. Berita yang disampaikan bernuansa China dan tentang pemberitaan para tokoh etnik Tionghoa yang mana pada umumnya memiliki masa lalu yang guram dan kaya, pada saat ini menjadi tokoh politik oportunis, tokoh organisasi atau lembaga dagang, sosial,budaya dan pendidikan yang mana mendambakan negara yang menjadi impiannya.

Hubungannya koran tersebut dengan belajar sebetulnya tidak begitu nyata. Hal yang pasti, koran adalah salah satu media yang sederhana tapi dengan membacanya maka manusia akan terus belajar dan belajar. Pada saat Kongbaba menjelaskan kenapa memilih koran tersebut, saya teringat akan beberapa petunjuk yang ada pada Hadits, dan Lun Yu yang dapat digunakan sebagai renungan.

Renungan tentang “belajar” yang dipetik dari Hadits (dari Buku Pintar Hadits, Syamsul Rijal Harid, BIP, Agustus 2008):

  • 201: Tidak pantas bagi orang bodoh mendiamkan kebodohannya.
  • 202: Menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap muslim.
  • 204: Jika engkau pergi lalu mempelajarinya suatu bab ilmu yang dapat diamalkan adalah lebih baik bagimu dibandingkan sholat seribu roka’at.
  • 205: Belajar ilmu itu menghapus dosa-dosa besar dan belajar Al Qur-an itu menambah pengertian akan agama.
  • 206: Barang siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Alloh mempermudah baginya suatu jalan menuju surga.

Renungan tentang “belajar” dari bab Lun Yu yang membuat saya kurang mengerti:

  • Bab 14 pasal 24: Dahulu belajar untuk meningkatkan diri sendiri. Sekarang belajar untuk memperlihatkannya kepada orang lain.
  • Bab 8 pasal 9: Rakyat hanya melaksanakan apa yang boleh dilakukannya dan tidak boleh mengetahui apa yang boleh diketahuinya.

Marilah kita bersama belajar dan jadikan negara ini menjadi maju dan makmur. Menjadi seorang pemimpin yang pintar, bijak, berani, tidak munafik, dan tidak membohongi rakyat.

Sumber: http://sukrablog.blogspot.com/2009/04/kenapa-harus-belajar.html

Nah, bagaimana belajar yang baik? Apa kuncinya? Berikut ini tips-tips nya:

Pertama, Niat dan berdoa.

Kalau tidak ada niat, belajar sekeras apapun tidak ada gunanya. Berdoalah kepada Tuhan YME agar proses belajar dapat dimudahkan oleh-Nya.

Kedua, Membaca.

Kamu harus rajin membaca, karena dengan membaca,

wawasan kita akan bertambah luas.

Ketiga, Selalu membuat ringkasan pelajaran.

Bagian-bagian penting dari pelajaran sebaiknya dibuat catatan di kertas atau buku kecil yang dapat dibawa kemana-mana, sehingga dapat dibaca di mana pun kita berada.

Keempat, Rajin mengulang pelajaran.

Jangan bosan mengulang apa yang baru saja dipelajari, sehingga diharapkan hal yang sudah dipelajari selalu tersimpan di ingatan kita.

Kelima, Belajar dengan serius dan tekun.

Ketika belajar di kelas dengarkan dan catat apa yang guru jelaskan. Catat yang penting karena bisa saja hal tersebut tidak ada di buku dan nanti akan keluar saat ulangan atau ujian.

Keenam, Hindari belajar berlebihan. Bila menjelang ujian, biasanya para pelajar belajar semalam suntuk alias sistem SKS (sistem kebut semalam). Cara seperti ini sebaiknya dihindari, karena pelajaran yang kamu pelajari pun tidak akan masuk sepenuhnya dan dapat merusak kesehatan juga. Justru, bila esok harinya kamu akan ujian, ada baiknya kamu tidur tepat waktu.

Ketujuh, Aktiflah dalam bertanya.

Jika ada hal yang belum jelas, maka tanyakanlah kepada guru, teman atau orang tua. Semakin banyak bertanya, maka kita akan selalu ingat dengan jawabannya.

Kedelapan, Belajar kelompok.

Belajar kelompok juga merupakan kegiatan belajar yang menyenangkan. Dengan adanya teman, acara belajar kamu jadi lebih semangat dan bisa sama-sama mencari jawaban dari soal yang paling sulit sekalipun.

 

Sumber: http://www.bergaul.com/pages/articles/artikelshow.php?id=7

 

caranya agar kita dapat belajar di bangku kuliah dengan baik dan efektif? Ada beberapa kiat yang dapat dilakukan :
1. Ketahui dan baca buku referensi yang ditunjukkan dosen kita. Baca buku referensi minimal dua kali agar isi buku itu benar-benar Anda pahami. Buku referensi biasanya juga akan disampikan oleh dosen dalam kuliahnya dan juga yang akan keluar ketika ujian.
2. Dengarkan kuliah dosen walau membosankan. Jangan tergoda untuk asyik sendiri ketika jam kuliah. Catat juga apa yang disampaikan dosen. Biasanya apa yang disampaikan dosen akan keluar ketika ujian.
3. Bentuk kelompok belajar yang anggotanya memang serius untuk belajar dan membagi ilmu di antara mereka. Dengan membentuk kelompok belajar, pemahaman dan wawasan kita tentang sesuatu topik akan lebih matang dan mendalam.
4. Bagi SKS yang Anda ambil dalam setiap semester secara seimbang dalam jumlah dan tingkat kesulitan. Jangan hanya mengambil pelajaran yang mudah saja atau sebaliknya sulit semua dalam satu semester. Hal ini agar tingkat stres kita merata, tidak terlalu rendah atau terlalu tinggi dalam semester tertentu yang membuat akhirnya irama belajar kita menjadi tidak konstan.
5. Biasakan belajar rutin. Tidak peduli ada atau tidak ada ujian. Jangan belajar dengan SKS (Sistem Kebut Semalam). Selain meningkatkan stres, SKS membuat ilmu yang kita pelajari menjadi dangkal dan sulit dipahami.
6. Jangan lupa untuk menjaga hubungan baik dengan dosen (tetapi tidak perlu sampai menjilat). Kadangkala dosen memberikan nilai berdasarkan subyektivitas tertentu. Salah satunya dari ia mengenal mahasiswanya atau tidak. Dosen yang mengenal mahasiswanya akan lebih tidak tega untuk memberikan nilai jelek.
7. Jangan tergoda untuk menyontek walau Anda tidak bisa mengerjakan ujian atau tugas yang diberikan dosen. Menyontek hanya akan menumbuhkan mental pengecut dan pecundang. Membuat kita malas belajar karena terbiasa mengambil jalan pintas(menyontek). Apalagi jika ketahuan, citra kita di mata dosen dan mahasiswa lainnya akan hancur.

Sumber : http://www.eramuslim.com/konsultasi/motivasi/cara-belajar-yang-baik-dan-efektif.htm

 

Tips Cara Belajar yang Baik, Bagi anda yang susah untuk belajar atau masih belum bisa belajar dengan baik… nih ada info mengenai Cara Belajar yang Baik untuk anda :

 
Berikut Info Lengkapnya :

1. Belajar Kelompok
Belajar kelompok dapat menjadi kegiatan belajar menjadi lebih menyenangkan karena ditemani oleh teman dan berada di rumah sendiri sehingga dapat lebih santai. Namun sebaiknya tetap didampingi oleh orang dewasa seperti kakak, paman, bibi atau orang tua agar belajar tidak berubah menjadi bermain. Belajar kelompok ada baiknya mengajak teman yang pandai dan rajin belajar agar yang tidak pandai jadi ketularan pintar. Dalam belajar kelompok kegiatannya adalah membahas pelajaran yang belum dipahami oleh semua atau sebagian kelompok belajar baik yang sudah dijelaskan guru maupun belum dijelaskan guru.

2. Rajin Membuat Catatan Intisari Pelajaran
Bagian-bagian penting dari pelajaran sebaiknya dibuat catatan di kertas atau buku kecil yang dapat dibawa kemana-mana sehingga dapat dibaca di mana pun kita berada. Namun catatan tersebut jangan dijadikan media mencontek karena dapat merugikan kita sendiri.

3. Membuat Perencanaan Yang Baik
Untuk mencapai suatu tujuan biasanya diiringi oleh rencana yang baik. Oleh karena itu ada baiknya kita membuat rencana belajar dan rencana pencapaian nilai untuk mengetahui apakah kegiatan belajar yang kita lakukan telah maksimal atau perlu ditingkatkan. Sesuaikan target pencapaian dengan kemampuan yang kita miliki. Jangan menargetkan yang yang nomor satu jika saat ini kita masih di luar 10 besar di kelas. Buat rencana belajar yang diprioritaskan pada mata pelajaran yang lemah. Buatlah jadwal belajar yang baik.

4. Disiplin Dalam Belajar
Apabila kita telah membuat jadwal belajar maka harus dijalankan dengan baik. Contohnya seperti belajar tepat waktu dan serius tidak sambil main-main dengan konsentrasi penuh. Jika waktu makan, mandi, ibadah, dan sebagainya telah tiba maka jangan ditunda-tunda lagi. Lanjutkan belajar setelah melakukan kegiatan tersebut jika waktu belajar belum usai. Bermain dengan teman atau game dapat merusak konsentrasi belajar. Sebaiknya kegiatan bermain juga dijadwalkan dengan waktu yang cukup panjang namun tidak melelahkan jika dilakukan sebelum waktu belajar. Jika bermain video game sebaiknya pilih game yang mendidik dan tidak menimbulkan rasa penasaran yang tinggi ataupun rasa kekesalan yang tinggi jika kalah.

5. Menjadi Aktif Bertanya dan Ditanya
Jika ada hal yang belum jelas, maka tanyakan kepada guru, teman atau orang tua. Jika kita bertanya biasanya kita akan ingat jawabannya. Jika bertanya, bertanyalah secukupnya dan jangan bersifat menguji orang yang kita tanya. Tawarkanlah pada teman untuk bertanya kepada kita hal-hal yang belum dia pahami. Semakin banyak ditanya maka kita dapat semakin ingat dengan jawaban dan apabila kita juga tidak tahu jawaban yang benar, maka kita dapat membahasnya bersama-sama dengan teman. Selain itu

6. Belajar Dengan Serius dan Tekun
Ketika belajar di kelas dengarkan dan catat apa yang guru jelaskan. Catat yang penting karena bisa saja hal tersebut tidak ada di buku dan nanti akan keluar saat ulangan atau ujian. Ketika waktu luang baca kembali catatan yang telah dibuat tadi dan hapalkan sambil dimengerti. Jika kita sudah merasa mantap dengan suatu pelajaran maka ujilah diri sendiri dengan soal-soal. Setelah soal dikerjakan periksa jawaban dengan kunci jawaban. Pelajari kembali soal-soal yang salah dijawab.

7. Hindari Belajar Berlebihan
Jika waktu ujian atau ulangan sudah dekat biasanya kita akan panik jika belum siap. Jalan pintas yang sering dilakukan oleh pelajar yang belum siap adalah dengan belajar hingga larut malam / begadang atau membuat contekan. Sebaiknya ketika akan ujian tetap tidur tepat waktu karena jika bergadang semalaman akan membawa dampak yang buruk bagi kesehatan, terutama bagi anak-anak.

8. Jujur Dalam Mengerjakan Ulangan Dan Ujian
Hindari mencontek ketika sedang mengerjakan soal ulangan atau ujian. Mencontek dapat membuat sifat kita curang dan pembohong. Kebohongan bagaimanapun juga tidak dapat ditutup-tutupi terus-menerus dan cenderung untuk melakukan kebohongan selanjutnya untuk menutupi kebohongan selanjutnya. Anggaplah dengan nyontek pasti akan ketahuan guru dan memiliki masa depan sebagai penjahat apabila kita melakukan kecurangan.

Sumber : http://blog-oret.blogspot.com/2010/09/cara-belajar-yang-baik.html

 

Hidup tanpa ilmu bagaikan kapal tanpa nahkoda, tidak jelas arah tujuannya, kita akan terombang-ambing di tengah luasnya samudera. Sungguhlah sangat mustahil menjalani kehidupan tanpa bekal ilmu sedikitpun. Kita akan mudah di bodohi orang, dimanfaatkan orang dan hal tidak enak lainnya yang menyebabkan kita terus berada pada posisi dibawah. Lepas dari belenggu kebodohan, itulah makna sesungguhnya dari proses belajar.

 

 

 

Kebodohan adalah musuh utama semua orang, karena kebodohan pangkal kemiskinan, kemelaratan dan hal tidak enak lainnya. Tingginya tingkat kebodohan akan menyebabkan tingginya tingkat kemiskinan sehingga akan menyebabkan efek domino terhadap bidang lainnya seperti akan menimbulkan tingginya tingkat pengangguran yang dapat menimbulkan tingginya tingkat kriminalitas.

 

Pemerintah sendiri tidak main-main dalam memberantas kebodohan, pemerintah sudah lama mengadakan program wajib belajar yang walaupun tidak sebanding dengan faktor mahalnya biaya untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Undang-undang di Indonesia sendiri sudah mengatur bahwa setiap warga Negara berhak menerima pendidikan yang layak, namun apa mau dikata dilain sisi biaya pendidikanpun terus merangkak naik dan dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk hanya mengeruk keuntungan, seperti jual-beli kursi dan bahkan menggunakan biaya operasional sekolah untuk kepentingan pribadi, sungguh bukan hal yang patut dicontoh.

 

ANJURAN MENCARI ILMU, BELAJAR DAN MENGAJARKANNYA SERTA KEUTAMAAN ILMU, ORANG ‘ALIM DAN ORANG YANG BELAJAR

 

 

  1. Rosulullah Saw bersabda, “Apabila Allah menghendaki kebaikan kepada seseorang, maka Dia akan memberikan kepahaman agama kepadanya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

 

  1. Rosulullah Saw bersabda, “Mencari ilmu itu wajib bagi setiap muslim, dan orang yang meletakkan ilmu pada selain yang ahlinya bagaikan menggantungkan permata mutiara dan emas pada babi hutan.” (HR. Ibnu Majah dan lainnya)

 

Keterangan:

 

Mencari ilmu itu wajib bagi setiap orang Islam, pria maupun wanita. Kewajibannya tidak terbatas pada masa remaja, tetapi sampai tua pun kewajiban mencari ilmu tidak pernah berhenti.

 

Dalam kitab “Ta’limul Muta’allim” disebutkan bahwa ilmu yang wajib dituntut terlebih dahulu adalah “ilmu Haal” yaitu ilmu yang seketika itu pasti digunakan dan diamalkan bagi setiap orang yang sudah baligh. Seperti ilmu Tauhid dan ilmu Fiqih. Di dalam ilmu Tauhid yang harus dipelajari dahulu mengenal ke-Esaan Allah serta sifat-sifat-Nya yang wajib dan muhal, kepercayaan kepada malaikat, kitab-kitab Allah, para Rosul, hari kiamat dan takdir dan buruk adalah dari Allah. Kemudian di dalam ilmu Fiqih yang harus dipelajari berkisar tentang Ubudiyyah dan Muamalah.

 

Apabila dua bidang ilmu itu telah dikuasai, baru mempelajari ilmu-ilmu lainnya,  misalnya ilmu kedokteran, dan ilmu-ilmu yang bermanfaat bagi manusia.

 

Kadang-kadang orang lupa dalam mendidik anaknya, sehingga lebih mengutamakan ilmu-ilmu umum daripada ilmu agama. Maka anak menjadi orang yang buta agama dan menyepelekan kewajiban-kewajiban agamanya. Dalam hal ini orang tua perlu sekali memberikan bekal ilmu keagamaan sebelum anaknya mempelajari ilmu-ilmu umum yang beraneka ragam macamnya.

 

  1. Rosulullah Saw bersabda, “Terhadap orang yang mencari ilmu, malaikat membentangkan sayap-sayapnya untuknya karena rela terhadap apa yang dicari.” (HR. Ibnu Asakir)

 

  1. Rosulullah Saw bersabda, “Barangsiapa yang kedatangan ajal, sedang ia masih menuntut ilmu, maka ia akan bertemu dengan Allah di mana tidak ada jarak antara dia dan antara para nabi kecuali satu derajat kenabian.” (HR. Thabrani)

 

Keterangan:

 

Mencari ilmu adalah amal yang mulia dan terpuji. Khususnya ilmu agama Islam. Sebab, dengan menekuni ilmu-ilmu agama, berarti dia telah merintis jalan untuk mencari ridho Allah. Dengan ilmu itu ia dapat menghindari larangan-larangan Allah dan menjalankan perintah-Nya. Karena itulah para malaikat selalu melindungi orang-orang yang sedang menuntut ilmu. Dan kelak di hadapan Allah mereka mendapat kemuliaan  yang hanya terpaut satu derajat dengan para nabi.

 

  1. Rosulullah Saw bersabda, “Dunia itu dilaknat, dan dilaknat pula apa yang ada di dalamnya kecuali zikir (ingat) kepada Allah beserta apa-apa yang mengikutinya, orang ‘alim dan orang yang belajar.” (HR. Turmudzi)

 

  1. Rosulullah Saw bersabda, “Sedekah yang paling utama adalah orang Islam yang belajar suatu ilmu kemudian diajarkan ilmu itu kepada orang lain.” (HR. Ibnu Majah)

 

Keterangan:

 

Dunia beserta isinya dilaknat oleh Allah kecuali zikir kepada-Nya dan amalan-amalan yang bisa membuat orang ingat kepada-Nya, orang yang berilmu dan orang yang menuntut ilmu. Lebih utama lagi orang yang mau menuntut ilmu kemudian ilmu itu diajarkan kepada orang lain. Inilah sedekah yang paling utama dibanding sedekah harta benda. Mengapa demikian ? Karena mengajarkan ilmu, khususnya ilmu agama, berarti menanam amal yang muta’addi (dapat berkembang) yang manfaatnya bukan hanya dikenyam orang yang diajarkan itu sendiri, tetapi dapat dinikmati orang lain

 

  1. Rosulullah Saw bersabda, “Ilmu itu lebih utama dari pada ibadah, sedang sebaik- baik agama adalah sifat waro’. ” (HR. Thabrani)

 

Keterangan:

 

Waro’ ialah menjauhkan diri dari dosa, barang syubhat dan maksiat. Sedang barang syubhat ialah barang yang masih diragukan halal dan haramnya. Hanya orang-orang yang berilmulah kiranya yang dapat menjalankan ibadah dengan baik dan sempurna serta berlaku waro’ dalam segala perilakunya.

 

 

  1. Abi Umamah berkata, “Ditunjukkan kepada Rosulullah Saw dua orang laki-laki, salah satu dari keduanya ahli ibadah sedang yang lain orang ‘alim.” Maka Rosulullah Saw bersabda, “Keutamaan orang ‘alim dibanding dengan orang ahli ibadah  seperti keutamaanku terhadap orang yang paling rendah dari kalian.” Rosulullah melanjutkan, “Sesungguhnya Allah, malaikat-Nya serta penghuni langit dan bumi hingga semut yang ada di liangnya sampai kepada jenis ikan, semuanya mendo’akan orang yang mengajarkan kebaikan kepada manusia.” (HR. Thurmuzdi)

 

Keterangan:

 

Yang dimaksud orang ‘alim, adalah orang ‘alim yang mau mengamalkan ilmunya, sedang orang yang ahli ibadah, adalah orang yang tekun beribadah tetapi bodoh, jadi orang ‘alim yang mengamalkan ilmunya itu lebih utama dari pada orang bodoh yang ahli ibadah.

 

  1. Rosulullah Saw bersabda, “Allah tidaklah disembah dengan sesuatu yang lebih utama dari pada kepahaman agama. Dan sungguh satu orang yang paham dalam agama itu lebih berat bagi setan dari pada seribu orang ahli ibadah. Dan setiap sesuatu itu ada tiangnya, sedang tiangnya agama ini adalah fiqih (paham).” (HR. Daruquthni)

 

Keterangan:

 

Diceritakan bahwa pada suatu hari Rosulullah Saw datang ke masjid. Di muka pintu masjid itu beliau melihat setan yang ragu ragu akan masuk. Lalu beliau menegurnya, “Hai setan, apa yang sedang kamu kerjakan di sini ?” Maka setan menjawab, “Saya akan masuk masjid untuk menggaggu orang yang sedang sholat. Tetapi aku takut kepada orang lelaki yang sedang tidur.” Segera baliau menjawab, “Hai Iblis, mengapa kamu tidak takut kepada orang yang sedang sholat menghadap Tuhannya, tetapi justru takut kepada orang yang sedang tidur ?.” Setan menjawab, “Betul, sebab orang yang sedang sholat itu bodoh sehingga mengganggunya lebih mudah. Sebaliknya orang yang sedang tidur itu adalah orang ‘alim, hingga saya kuatir seandainya saya ganggu orang yang sedang sholat itu, maka orang ‘alim itu terbangun dan segera membetulkan sholatnya.” Sebab peristiwa itu maka Rosulullah Saw bersabda, “Tidurnya orang ‘alim lebih baik dari pada ibadahnya orang bodoh.” Demikian disebutkan dalam kitab “Minhajul Muta’allimin”.

 

 

  1. Rosulullah Saw bersabda, “Apabila kamu lewat pada kebun surga, maka bersenang-senanglah kalian.” Sahabat bertanya, “Wahai Rosulullah, apakah kebun surga itu ?” Beliau menjawab, “yaitu tempat-tempat ilmu.”(HR. Thabrani)

 

Keterangan:

 

Setiap majlis yang di situ merupakan tempat untuk membahas, menekuni, dan memperkembangkan ilmu, khususnya ilmu agama, maka majlis itu bagaikan kebun surga yang penuh kenikmatan. Setiap kalimat yang didengar nilainya sama dengan satu kebajikan. Berapa kebajikan yang diperoleh selama dalam majlis itu, tinggal menghitung berapa kalimat yang telah didengar. Dan setiap kebajikan itu kelak pasti dibalas dengan kenikmatan di surga.

Sumber: http://m3nna.multiply.com/journal/item/126

 

Kita mempelajari dan meneliti sesuatu berasal dari ketidaktahuan oleh karena sebagai manusia kita harus terus belajar