Tawuran memang bukanlah hal yang baru lagi. Seperti sudah membudaya banyak siswa antar sekolah terlibat perkelahian. Para remaja seakan tidak dapat mengontrol emosi mereka dengan stabil hingga akhirnya semua itu dituangkan dalam aksi perkelahian atau tawuran. Tekanan dan emosi yang tidak stabil dapat menjadi pemicu tawuran.

Tawuran itu layaknya ‘perang’ bagi anak-anak sekolah jaman sekarang, Mungkin karena sering liat aksi di game, televisi, bahkan media cetak yang mereka anggap “keren”. sebenarnya ini sangat disayangkan sekali. harus ada bimbingan terutama di faktor internal (keluarga) yang selalu mengawasi kegiatan si anak tersebut. faktor eksternal (lingkungan pergaulan) sebenarnya ini yang memacu adanya tawuran. mulai dari ajakan teman, hingga solidaritas.

Ada beberapa cara agar tawuran dapat di minimalisir:

1. Mendalami ajaran agama. Kurangnya pendidikan agama yang diberikan kepada anak-anak saat sekarang menjadikan mereka kering spiritual, akibatnya mereka kurang memiliki keimanan yang kuat sehingga mudah terjerumus dalam perbuatan yang dilarang agama salah satunya adalah perkelahian

2. Memberikan sanksi yang mendidik. Seringkali bagi para pelaku tawuran yang melibatkan pelajar sering mendapatkan sanksi berupa pemecatan dari sekolah. Hal tersebut terkadang bukanlah solusi tepat, karena malah bisa menimbulkan dendam dari dalam diri pelaku tawuran. Alangkah baiknya jika pelaku tawuran dibina dan diberi bimbingan supaya tidak mengulangi perbuatannya

3. Membangun lebih banyak fasilitas umum seperti tempat rekreasi, tempat olah raga, tempat bermain. Sedikitnya fasilitas umum yang dibangun khusunya bagi remaja terutama di kota-kota besar menjadikan remaja kesulitan untuk menyalurkan hobi yang dimilikinya.

4. Memaksimalkan pendidikan dalam keluarga. Orang tua sudah seharusnya menjadi guru pertama bagi anak-anaknya. Keluarga harus menjadikan tempat yang nyaman bagi remaja untuk mencurahkan berbagai permasalahannya.

 

sumber :

kaskus.co.id

okezone.com

noormafitrianamzain.com