Game anak online adalah produk dari pesatnya perkembangan teknologi. Roda teknologi berputar dengan cepat tanpa ada yang bisa menghentikan. Bergulir secara terus menerus ke arah yang tak seorangpun dapat mengendalikan. Banyak keuntungan yang diberikan oleh teknologi. Tidak sedikit pula kemudahan yang ditawarkan oleh kecanggihan teknologi. Keuntungan dan kemudahan tersebut diiringi pula dengan berbagai dampak negatif dari perkembangan teknologi.

ame anak online semakin populer dikalangan anak-anak dengan beragam permainan yang disajikan. Banyaknya pilihan game online, menjadikan anak betah berlama-lama memainkan game anak online. Mencobanya satu persatu permainan dan berselancar di dalamnya. Didukung rasa ingin tahu yang tinggi yang dimiliki anak-anak, jadilah game online candu untuk terus berpetualang di dalam game online.

Perkembangan teknologi dengan game online-nya tidak dapat dikambing hitamkan atas kondisi kecanduan terhadap game online anak. Karena sebuah keniscayaan bahwa sisi positif dan negatif akan selalu berjalan beriringan. Yang perlu dilakukan orang tua adalah mempersiapkan anaknya untuk menghadapi sisi positif maupun negatif perkembangan teknologi, sehingga anak tidak menjadi korban perkembangan teknologi.

Ada beberapa efek negatif dari kecanduan game pada anak-anak, antara lain:

1. Agresif
Anak-anak yang sudah kecanduan game biasanya akan memiliki perilaku yang lebih agresif. Eva mengungkapkan, anak-anak tidak akan memerhatikan lingkungan sekitarnya karena terlalu asyik dengan permainannya. Ketika mereka sudah mulai asyik dengan dunianya, mereka tidak akan mau terganggu oleh berbagai macam hal yang terjadi di sekitarnya. “Ini semua terjadi karena yang ada di pikiran mereka hanyalah ingin terus bermain dan memenangkan game-nya,” tukasnya.

Selain itu, terlalu asik bermain game juga akan membatasi pergaulan sosial mereka dengan orang lain. Mereka jadi enggan untuk berkumpul dan bermain dengan keluarga atau teman-temannya, atau bahkan tidak mau bergantian meminjamkan mainannya kepada orang lain.

2. Tidak bertanggung jawab
Ketika anak sudah kecanduan game, mereka tidak akan mau memikirkan hal-hal lainnya. Saat pulang sekolah mereka langsung memikirkan game, dan bisa melupakan kewajiban dan tanggung jawab mereka seperti membuat PR, belajar, bahkan bisa lupa makan.

3. Tidak realistis
Saat kecanduan, pikiran mereka akan teracuni dengan berbagai aplikasi dan adegan-adegan dalam game. Bahayanya, ketika sudah kecanduan mereka akan lebih sulit untuk membedakan antara dunia nyata dan game. Misalnya, dalam beberapa game balapan. Di dalam game mereka bisa memiliki banyak nyawa ketika mobil sudah menabrak dan rusak parah, sehingga bisa kembali berjalan seperti biasa. Sedangkan hal ini tidak akan terjadi di dunia nyata. Saat sudah kecanduan terkadang cara berpikir mereka sudah terpengaruh dengan game, dan menganggap hal tersebut juga bisa dilakukan di dunia nyata.

4. Kurang fokus
Ketika mereka sudah keranjingan sebuah permainan, mereka hanya akan fokus untuk bermain. Hal ini akan membuat anak lebihsulit untuk fokus pada hal-hal lain, termasuk pelajaran di sekolah. “Ini bisa berbahaya untuk anak-anak karena prestasi mereka akan menurun,” jelasnya. Tak hanya itu, Eva juga mengungkapkan, hal ini secara tak langsung juga akan mempengaruhi tingkat kecerdasan otak mereka.

Referensi : http://www.perkembanganbayi.net http://female.kompas.com