Saat ini sudah berkembang satu varian baru kamera yang disebut dengan Kamera Mirrorless. Secara fisik dan fungsi, kalau boleh dibilang kamera jenis ini adalah jalan tengah bagi yang mendambakan kualitas DSLR tapi dengan body yang praktis. Sekaligus kamera jenis ini kemudian disimpulkan oleh banyak orang sebagai solusi dari fotografer-fotografer yang mendambakan kualitas bagus dari kamera berukurak kompak dan praktis.

Secara teknis perbedaan paling utama antara mirrorless camera dan DSLR adalah terletak pada elemen kaca (mirror) atau pentaprisma yang tertanam di bodi. Di kamera DSLR, kaca ini fungsinya memantulkan cahaya dari lensa ke lubang intip atau viewfinder. Hal ini membuat pengguna bisa melihat image sebelum menjepret. Saat pengguna menekan shutter, mirror ini akan flip-up agar cahaya bisa langsung masuk ke sistem perekam kamera dan ditangkap oleh sensor.

Nah, mirrorless camera menghilangkan mirror atau pentaprisma itu. Penghilangan elemen ini kemudian memungkinkan sistem interchangeable-lens ditanam pada body kamera lebih kecil dibandingkan DSLR. Live Viewnya menyatu dengan layar LCD, seperti yang ada di kamera saku. Jadinya adalah sebuah kamera dengan body kecil, praktis dan tidak merepotkan tapi sanggup menghasilkan gambar sekualitas kamera DSLR Professional.

Kamera digital jenis ini mulai berkembang pesat pada sekitar tahun 2008. Saat itu Panasonc mengembangkam sistem Micro Four Thirds dengan produk pertama adalah kamera Panasonic Lumix DMC-G1, yang dirilis di Jepang pada Oktober 2008. Sebelumnya sebetulnya sudah ada Leica M8 (diluncurkan September 2006). Cuma Leica meluncurkan M8 dengan pasar khusus karena Leica memakai sensor besar dan dijual dengan harga yang sangat tinggi.

Selanjutnya Ricoh, Olympus dengan produk populernya yang bernama PEN Olympus E-P1 (diumumkan Juni 2009). PEN ini menjadi awal dari berkembang pesatnya mirrorless. Samsung menyusul dengan The NX10 (Januari 2010). Kemudian ada Sony dengan Alpha NEX3 & NEX5 (diumumkan 14 Mei 2010). Masuknya Sony ke pasar mirrorless membuat pasar kamera jenis ini lebih berkembang dahsyat.
Belakangan, produsen kamera besar Nikon juga membuat produk kamera Mirrorless. Sebagai langkah awal Nikon meluncurkan dua tipe kamera yaitu Nikon V1 dan Nikon J1. Bukan tidak mungkin Nikon akan terus mengembangkan teknologi mirrorlessnya. Bahkan Pentax baru-baru ini mengeluarkan kamera mirrorless dengan ukuran paling kecil dari kamera mirrorless yang lain. Besarnya kurang lebih sebesar Blackberry Gemini. Produk Pentax ini diberi nama Pentax Q.

Pada kamera mirrorless, ukuran sensor juga menjadi salah satu elemen yang menentukan kualitas gambar yang dihasilkan. Yang pasti ukuran sensor di kamera mirrorless pasti lebih besar dari kamera pocket. Bahkan Sony membuat ukuran sensor kamera mirrorless dengan ukuran yang sama dengan kamera DSLR APSC. Ini juga menjadi jaminan buat kita untuk tidak meragukan kualitas kamera mirrorless.

Dalam satu atau dua tahun ke depan, pasar kamera mirrorless ini diperkirakan akan banyak memangkas populasi kamera DSLR. Ini bisa dilihat dari betapa agresifnya produsen-produsen kamera besar seperti Sony, Olympus, Pentax, Panasonic dan Nikon dalam mengembangkan produk mirrorles. Dari sekian produsen besar kamera digital, hanya Canon saja yang hingga hari ini belum mengeluakan statemen untuk masuk ke dunia mirrorless.

Kejayaan mirrorless camera dalam beberapa tahun ke depan ini diyakini betul oleh Masato Sogo selaku Senior Supervisor Overseas Sales and Marketing Departmen Olympus untuk wilayah Asia dan Oseania. Masato mengatakan kalau pasar kamera DSLR di Asia dari hari ke hari sudah mulai digeser oleh. Bahkan Masato berani memprediksi kalau kamera jenis ini diperkirakan bakal menguasai 45 persen pangsa kamera interchange-lens di tahun 2012.

Yang perlu dicatat adalah, perkembangan teknologi yang ditanam di kamera jenis mirrorless ini sudah jauh melampaui harapan saat awal-awal kamera ini diperkenalkan. Bukan tidak mungkin kamera jenis ini suatu hari akan benar-benar menguasai populasi kamera di kelas konsumer. Disamping secara kualitas hasil gambarnya pasti lebih bagus dibanding kamera pocket, makin hari juga kamera ini dijual dengan yang semakin terjangkau.

Bahkan hari ini beberapa fotografer profesional juga sudah mulai melirik kehadiran kamera jenis ini. Minimal meski mereka tetap menggunakan kamera DSLR profesional untuk pekerjaan utama mereka, mereka juga tetap menggunakan mirrorless untuk hal-hal yang bersifat praktis.

Keuntungan Menggunakan Mirrorless
• Kompak bergaya mikro dilengkapi dengan lensa tipis (pancake), jelas akan lebih praktis dibawa kemana saja dan tidak merepotkan.
• Fitur kamera sekelas kamera profesional, memungkinkan kita mengeksplorasi ilmu fotografi dan menghasilkan gambar yang tetap bagus.
• Harga relatif lebih murah dibanding kamera DSLR.
• Performa fisik dan suara shutter tidak menimbulkan kesan profesional dan mencurigakan saat kita memotret di tempat-tempat umum.
• Memungkinkan untuk berganti-ganti lensa sesuai dengan kebutuhan pemotretan.
• Ukuran sensor yang lebih besar (seukuran DSLR) menghasilkan gambar yang bagus.
• Viewfinder digital dapat membantu fotografer untuk menulis dan memeriksa fokus dalam situasi cahaya rendah. Mereka juga dapat memperbesar display dan cara ini membantu untuk memeriksa fokus.

Sumber: http://sueswit.net